ONE HEART

SEHATI SEPIKIR DALAM HIDUP BERSAMA GEREJA KRISTEN PIMPINAN ROHULKUDUS PUSAT AIRMADIDI

Cari Blog Ini

Memuatkan ...

Ahad, 23 Mac 2014

SEJARAH SINGKAT

Membaca nomor pendaftaran Gereja Kristen Pimpinan RohulKudus (GKPR), tidak dapat dielakkan para netters akan langsung berasumsi bahwa GKPR adalah organisasi Gereja yang baru berdiri. Itulah sebabnya kami sajikan sejarah gereja ini agar para netters dapat memiliki pemahaman yang benar tentang Gereja Kristen Pimpinan RohulKudus.
Cikal bakal Gereja Kristen Pimpinan RohulKudus adalah Djumaat Kristen Pimpinan RohulKudus yang didirikan di Airmadidi oleh mendiang Pdt. Charles Dengah seorang mantan tentara KNIL yang terpanggil melayani pekerjaan Tuhan dan diperlengkapi dengan kuasaNya secara luarbiasa pada masanya.
Dalam pelayanan, beliau banyak mengalami tantangan kuasa kegelapan karena umumnya penduduk Minahasa saat itu masih memeluk paham animisme;  kuasa Tuhan dinyatakan sehingga berbagai mujizat terjadi seperti orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang gila dipulihkan, bahkan orang mati dibangkitkan. Hal-hal ini membuat mata orang tercelik dan percaya pada Tuhan dan kemudian selalu bersekutu beribadah dibawah pimpinan Pdt. Charles Dengah sehingga seiring bertambahnya jiwa - jiwa baru maka pada tanggal 28 February 1955 dari persekutuan yang ada kemudian secara resmi didaftarkan  pada Bagian Kristen Kantor Urusan Agama Kementrian Agama Republik Indonesia di Manado dengan nama Djuma’at Kristen Pimpinan RohulKudus.
Dalam perkembangannya, pelayanan Djuma’at Kristen Pimpinan RohulKudus - berbagai pergumulan gerejapun - terjadi , sehingga pernah mengubah nama menjadi Gereja Pimpinan Rohulkudus berubahnya nama gereja menjadi Gereja Pimpinan RohulKudus dalam pergumulan perjalanan Pelayanannya, terus menjadikan nya semakin Dewasa dan semakan tersebar di Indonesia
Pada tahun 2000 terjadi friksi dalam kepemimpinan sinode GPR sebagai akibat dari munculnya paham yang ingin mengganti penyebutan nama Allah dalam Alkitab dan pelayanan dengan sebutan Yahweh. Pebedaan paham ini mengakibatkan terpecahnya organisasi Gereja Pimpinan RohulKudus menjadi 2(dua) yakni ;
yang pertama adalah yang tetap memakai sebutan kata Allah dalam doktrin Gereja,  yang kedua adalah yang mengganti sebutan kata Allah dengan Yahweh
Kedua belah-pihak merasa paling berhak memakai nama Gereja Pimpinan RohulKudus.
Persoalan ini berlansung terus hingga tahun 2008 dan berakhir saat Departemen Agama RI membentuk Sinode AM Gereja Pimpinan RohulKudus untuk memisahkan secara resmi organisasi kedua kelompok yang berlainan paham tersebut kedalam 2 sub sinode yang berdiri sendiri-sendiri (otonom) yakni sinode Gereja Kristen Pimpinan Rohulkudus dan sinode Gereja Pimpinan RohulKudus (Yahweh).dengan masing2 anggaran dasarnya sendiri  sesuai saran dirjen Bimas Kristen Departemen Agama di saat itu, dalam satu sinode yaitu "Snode Am Gereja  Pimpinan Rohulkudus"
Blog ini adalah Blog Gereja Kristen Pimpinan Rohulkudus, dengan ketua umum terpilih 2013-2018 adalah Pdt. Musa Luntungan.
Pada Musyawarah Besar II Gereja Kristen Pimpinan RohulKudus yang diadakan di Manado pada tanggal 27 February 2013, terpilih kepengurusan periode 2013-2018 dibawah kepemimpinan Pdt. Musa Luntungan.

Demikian sejarah ringkas Gereja Kristen Pimpinan RohulKudus, semoga dapat memberi pemahaman yang jelas dan benar,. Tuhan memberkati !

Tiada ulasan:

Catat Ulasan